Kamis, 28 Juli 2011

Polres Bogor Intensifkan Penanganan Konflik di Masyarakat

Selasa, 26/07/2011 21:52 WIB
Polres Bogor Intensifkan Penanganan Konflik di Masyarakat 
E Mei Amelia R - detikNews


"Tugas utama dari perwira ini untuk menyelesaikan permasalahan sedini mungkin, baik preemtif maupun preventif terhadap potensi konflik di masyarakat" ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Putut Bayu Ekoseno di Mapolres Bogor Kota, Selasa (26/7/2011).

Program Polri terbaru ini dinamai Bhayangkara Babinkamtibmas. Program tersebut merupakan pilot project. Program ini ke depannya akan diterapkan di Polres lain hingga ke tingkat Polsek.

"Dengan adanya perwira Babinkamtimbas yang memiliki anggota dari berbagai kesatuan diharapkan mampu mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengatasi konflik horisontal sejak dini," jelasnya.

Ia melanjutkan, peran dan fungsi anggota Babinkamtibmas di masing-masing wilayah akan lebih dioptimalkan. Perwira bersama anggota Babinkamtibmas ini akan turun langsung di tengah masyarakat untuk membantu memecahkan persoalan warga.

"Sehingga, setiap persoalan tidak harus diselesaikan melalui jalur hukum, tapi lewat mediasi dan pendekatan petugas dengan masyarakat," ujar jenderal bintang dua itu.

Peluncuran program itu dihadiri Direktur Bimmas Mabes Polri Brigjen M Iriawan.
Dalam kesempatan itu pula, Putut juga meresmikan operasional mobil perwira Babinkamtibmas yang dilengkapi berbagai peralatan yang menunjang operasional di lapangan.

"Dalam mobil ini lengkap, isinya mulai dari kotak obat, garis polisi hingga laptop serta alat komunikasi," katanya.

Sementara itu, Kapolres Bogor Kota, AKBP Hilman mengatakan setiap tim Bhayangkara Babinkamtibmas terdiri dari 7 orang (2 perwira dan 5 bintara).

"Tim ini diawaki oleh dua orang perwira," kata Hilman.

Guna mendukung fungsi Bhayangkara Babinkamtimbas ini, dilengkapi sebuah posko yang diberi nama 'Saung Bhayangkara'. Posko tersebut ditempatkan di Kelurahan Kebon Kalapa.

"Kenapa di situ, karena di situ daerah paling rawa gangguan kamtibmas dan kriminalitas. Ke depan akan dibangun di lokasi lain," kata Hilman.

Adapun, kegiatan Bhayangkara Babinkamtibmas ini diantaranya penyuluhan, konsultasi hingga mediasi. Nantinya, tim Bhayangkara Babinkamtibmas ini akan terjun dan berbaur langsung dengan masyarakat.

"Sehingga kita bisa mengetahui secara langsung permasalahan yang tengah terjadi di tengah-tengah masyarakat," ujar Hilman.

Hilman menuturkan, pola pendekatan ini dinilai lebih efektif. Dengan berbaurnya polisi bersama masyarakat, gangguan keamanan dan ketertiban sekecil apa pun dapat terdeteksi secara dini.

"Sehingga kehadiran polisi ini diharapkan mereka dan agar mereka menganggap kita menjadi mitranya," katanya.

Dengan pola pendekatan seperti itu, ia berharap masyarakat tidak segan-segan lagi untuk memberikan infromasi yang ada terhadap polisi.

"Tujuannya, polisi bersama masyarakat untuk menciptakan keamanan masyarakat," kata dia.

Hilman mengatakan, pola pendekatan tersebut dinilai sangat perlu untuk menghadapi suatu komunitas tertentu. "Dalam komunitas tertentu dibutuhkan suatu kemampuan dalam hal mendekati masyarakat tersebut, sehingga diturunkan perwira ini untuk berkomunikasi dengan masyarakat," tuturnya.

(mei/ndr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar