Senin, 25 Juli 2011

AS Yakin Peran RI Selesaikan Konflik Kawasan ASEAN

AS Yakin Peran RI Selesaikan Konflik Kawasan ASEAN

Minggu, 24 Juli 2011 16:16 wib
Konpers bersama Menlu Clinton dan Menlu Natalegawa (Foto: Getty Images)
Konpers bersama Menlu Clinton dan Menlu Natalegawa (Foto: Getty Images)
NUSA DUA - Amerika Serikat (AS) meyakini kepemimpinan Indonesia di ASEAN bisa memainkan peranan penting dalam membantu menyelesaikan persoalan dan konflik di kawasan negara-negara anggota.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan, berbagai persoalan yang terjadi di kawasan ASEAN diantaranya terkait Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi seperti yang terjadi di Myanmar, kamboja dan thailand.

"Kepemimpinan Indonesia memiliki peranan dalam meningkatkan perbaikan HAM dan demokrasi di ASEAN," kata Menlu Hillary didampingi Menlu RI Marty M Natalegawa saat jumpa pers usai pertemuan "Joint Commision Meeting" kedua di Ayodya Resort di Nusa Dua, Bali, Minggu (24/7/2011).

Karena posisinya sangat stretegis itulah akan sangat efektif bagi Indonesia untuk bisa berbagi pengalaman dengan negara anggota lainnya, dalam hal model pengelolaan demokrasi. 

Demikian pula, Hillary berharap Indonesia bisa memainkan peranan dalam membantu penyelesaian konflik Laut China Selatan yang melibatkan China dan sejumlah negara ASEAN.

Setiap terjadi persoalan di ASEAN seperti Laut China Selatan dan Myanmar, pemerintah AS meminta Indonesia untuk membantu penyelesaiannya. "Sekali lagi saya tekankan kepemimpinan Indonesia bisa mengangani setiap masalah di kawasan ASEAN," tegas Hillary yang hadir di Bali untuk menghadiri ASEAN Regional Forum (ARF) Ke-18.

Khusus terkait Konflik di Laut China Selatan, kata Hillary, pihaknya mempercayakan kepada ASEAN lewat panduan Code Of Conduct (COC) yang telah dihasilkan itu diharapkan bisa membantu solusi konflik yang sudah berlangsung selama lima tahun terakhir ini.

AS memandang penting agar konflik Laut China Selatan segera dituntaskan, mengingat keberadaannya sangat menentukan dan mempengaruhi perdagangan dunia. Bahkan Hillary menyebut sekira 50 persen lalu lintas perdagangan dunia, akan melewati Laut China Selatan.

Pihaknya memastikan tidak memihak kepada negara manapun yang telah mengklaim beberapa area wilayah tersebut, sebaliknya mempercayakan ASEAN untuk menyelesaikannya secara damai.

"Kami berkepentingan untuk melakukan pengawasan di Laut China Selatan," tandas Hillary yang nampak anggun dengan stelan kemeja dan celana biru tua itu.

Amerika tetap mendukung apa yang diadopsi ASEAN lewat COC yang diantaranya sebagai panduan dalam mengatur yang harus disepakati bersama seperti terkait perdagangan, navigasi, hingga lingkungan. 

Hanya saja, Hillary tidak menyinggung secara eksplisit soal pengaturan dalam hal eksplorasi di kawasan yang konon dikenal memiliki sumber daya alam minyak yang melimpah itu. 
(okezone)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar